Resume
Metode Penelitian
Pendidikan Matematika
Oleh
:
Jumadir,
11.16.12.0033
Dosen
penyaji :
Andi
Ika Prasasti, M.S.i
Sekolah tinggi agama islam negeri
( stain ) palopo
A.
METODE ILMIAH
A.1 PENGERTIAN
Metode Ilmiah atau Proses Ilmiah merupakan proses
keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti
fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya
untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis
tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji
berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Ada beberapa pengertian dari penelitian ilmiah, diantaranya:
1)
Penelitian Ilmiah adalah suatu usaha untuk mengumpulkan, mencatat
dan menganalisa sesuatu masalah.
2)
Penelitian Ilmiah adalah suatu penyelidikan secara sistematis,
atau dengan giat dan berdasarkan ilmu pengetahuan mengenai sifat-sifat daripada
kejadian atau keadaan-keadaan dengan maksud untuk akan menetapkan faktor-
faktor pokok atau akan menemukan paham- paham baru dalam mengembangkan metode-
metode baru.
3)
Penelitian Ilmiah adalah suatu penyedilidikan dari suatu bidang
ilmu pengetahuan yang dijalankan utnuk memperoleh fakta-fakta atau
prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati serta sistematis.
4)
Penelitian Ilmiah adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan dan
menguji kebenaran suatu pengetahuan usaha mana dilakukan dengan menggunakan
metode-metode ilmiah.
5)
Penelitian Ilmiah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai
jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran
fakta-fakta.
6)
Penelitian dapat didefinisikan sebagai upaya mencari jawaban yang
benar atas suatu masalah berdasarkan logika dan didukung oleh fakta empirik.
Dapat pula dikatakan bahwa penelitian adalah kegiatan yang dilakukan secara
sistematis melalui proses pengumpulan data, pengolah data, serta menarik
kesimpulan berdasarkan data menggunakan metode dan teknik tertentu.
7)
Penelitian merupakan penelaahan terkendali yang mengandung dua hal
pokok yaitu logika berpikir dan data atau informasi yang dikumpulkan secara
empiris (Sudjana, 2001).
Berdasarkan
beberapa pengertian yang telah penulis berika diatas, maka penulis dapat
mengambil kesimpulan bahwa, penelitian ilmiah adalah “Penelitian
Ilmiah adalah usaha untuk memperoleh fakta-fakta atau mengembangkan
prinsip-prinsip (menemukan / mengembangkan / menguji kebenaran), yang dilakukan
dengan cara mengumpulkan, mencatat dan menganalisa data (informasi /
keterangan) dan dikerjakan dengan sabar, hati-hati, sistematis dan berdasarkan
ilmu pengetahuan dengan metode ilmiah”. Dalam keseharian sering ditemukan konsep-konsep
yang kurang tepat dalam memaknai penelitian antara lain:
Ø
Penelitian bukan sekedar kegiatan mengumpulkan data atau
informasi. Misalnya, seorang kepala sekolah bermaksud mengadakan penelitian
tentang latar belakang pendidikan orang tua siswa di sekolahnya. Kepala sekolah
tersebut belum dapat dikatakan melakukan penelitian tetapi hanya sekedar
mengumpulkan data atau informasi saja. Pengumpulan data hanya merupakan salah
satu bagian kegiatan dari rangkaian proses penelitian. Langkah berikutnya yang
harus dilakukan kepala sekolah agar kegiatan tersebut menjadi penelitian adalah
menganalisis data. Data yang telah diperolehnya dapat digunakan misalnya untuk
meneliti pengaruh latar belakang pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar
siswa.
Ø
Penelitian bukan hanya sekedar memindahkan fakta dari suatu tempat
ke tempat lain. Misalnya seorang pengawas telah berhasil mengumpulkan banyak
data/infromasi tentang implementasi MBS di sekolah binaanya dan menyusunnya
dalam sebuah laporan. Kegiatan yang dilakukan pengawas tersebut bukanlah suatu
penelitian. Laporan yang dihasilkannya juga bukan laporan penelitian. Kegiatan
dimaksud akan menjadi suatu penelitian ketika pengawas yang bersangkutan
melakukan analisis data lebih lanjut sehingga diperoleh suatu kesimpulan. Misalnya:
(1) faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi MBS; atau (2)
faktor-faktor penghambat implementasi MBS serta upaya mengatasinya.
Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah
berikut:
a.
Karakterisasi (Pengamatan dan Pengukuran)
Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas
subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi
sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain
itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan
pengamatan; pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan/atau
perhitungan yang cermat.
Proses pengukuran dapat dilakukan dalam suatu tempat yang
terkontrol, seperti laboratorium. Proses pengukuran sering memerlukan peralatan
ilmiah khusus seperti termometer, spektroskop, atau voltmeter, dan kemajuan
suatu bidang ilmu biasanya berkaitan erat dengan penemuan peralatan semacam
itu. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam tabel, digambarkan
dalam bentuk grafik, atau dipetakan, dan diproses dengan perhitungan statistika
seperti korelasi dan regresi.
b.
Prediksi dari Hipotesis (penjelasan
teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
Hipotesis yang berguna akan memungkinkan prediksi
berdasarkan deduksi. Prediksi tersebut mungkin meramalkan hasil suatu
eksperimen dalam laboratorium atau pengamatan suatu fenomena di alam. Prediksi
tersebut dapat pula bersifat statistik dan hanya berupa probabilitas. Hasil
yang diramalkan oleh prediksi tersebut haruslah belum diketahui kebenarannya
Jika hasil yang diramalkan sudah diketahui, hal itu disebut
konsekuensi dan seharusnya sudah diperhitungkan saat membuat hipotesis. Jika
prediksi tersebut tidak dapat diamati, hipotesis yang mendasari prediksi
tersebut belumlah berguna bagi metode bersangkutan dan harus menunggu metode
yang mungkin akan datang. Sebagai contoh, teknologi atau teori baru boleh jadi
memungkinkan eksperimen untuk dapat dilakukan.
c.
Eksperimen (deduksi
logis dari hipotesis)
Setelah prediksi dibuat, hasilnya dapat diuji dengan
eksperimen. Jika hasil eksperimen bertentangan dengan prediksi, maka hipotesis
yang sedak diuji tidaklah benar atau tidak lengkap dan membutuhkan perbaikan
atau bahkan perlu ditinggalkan. Jika hasil eksperimen sesuai dengan prediksi,
maka hipotesis tersebut boleh jadi benar namun masih mungkin salah dan perlu
diuji lebih lanjut.
Eksperimen tersebut dapat berupa eksperimen klasik di dalam
laboratorium atau ekskavasi arkeologis.Pencatatan juga akan membantu dalam
reproduksi eksperimen.
A.2
KARAKTERISTIK METODE ILMIAH
Karakteristik
dari Metode Ilmiah antara lain :
a.
Bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan
adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk
pemecahan masalah.
b.
Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah.
Kesimpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti yang tersedia.
c.
Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain
dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula.
d.
Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan
dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
e.
Bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan
pada fakta di lapangan.
A.3
LANGKAH-LANGKAH METODE ILMIAH
Langkah-langkah Metode Ilmiah antara lain :
a.
Masalah, berawal dari adanya masalah
yang dapat digali dari sumber empiris dan teoretis, sebagai suatu aktivitas
pendahuluan. Agar masalah ditemukan dengan baik memerlukan fakta-fakta empiris dan
diiringi dengan penguasaan teori yang diperoleh dari mengkaji berbagai
literatur relevan.
b.
Rumusan Masalah, Masalah yang ditemukan
diformulasikan dalam sebuah rumusan masalah, dan umumnya rumusan masalah
disusun dalam bentuk pertanyaan.
c.
Pengajuan Hipotesis, Masalah yang dirumuskan
relevan dengan hipotesis yang diajukan. Hipotesis digali dari penelusuran
referensi teoretis dan mengkaji hasil-hasil penelitian sebelumnya.
d.
Metode/strategi Pendekatan Penelitian, Untuk menguji hipotesis maka
peneliti memilih metode/strategi/pendekatan/desain penelitian yang sesuai.
e.
Menyusun Instrumen Penelitian, Langkah setelah menentukan
metode/strategi pendekatan, maka peneliti merancang instrumen penelitian
sebagai alat pengumpulan data, misalnya angket, pedoman wawancara, atau pedoman
observasi, dan melakukan pengujian validitas dan reliabilitas instrumen agar
instrumen memang tepat dan layak untuk mengukur variabel penelitian.
f.
Mengumpulkan dan Menganalisis data, Data penelitian dikumpulkan dengan
Instrumen yang kemudian dilakukan pengolahan dan analisis data dengan
menggunakan alat-alat uji statistik yang relevan dengan tujuan penelitian atau
pengujian secara kualitatif.
g.
Simpulan, Langkah terakhir adalah membuat simpulan dari data
yang telah dianalisis. Melalui kesimpulan maka akan terjawab rumusan masalah
dan hipotesis yang diajukan dapat dibuktikan kebenarannya.
A.4 TUJUAN UMUM PENELITIAN
Jika
dilihat dari ilmu pengetahuan, maka Kita dapat menarik beberapa tujuam umum
dari penelitian, yaitu :
1)
Tujuan Eksploratif, penelitian dilaksanakan untuk menemukan
sesuatu (ilmu pengetahuan) yang baru dalam bidang tertentu. Ilmu yang diperoleh
melalui penelitian betul-betul baru belum pernah diketahui sebelumnya. Misalnya
suatu penelitian telah menghasilkan criteria kepemimpian efektif dalam MBS.
Contoh lainnya adalah penelitian yang menghasilkan suatu metode baru
pembelajaran matematika yang menyenangkan siswa.
2)
Tujuan Verifikatif, penelitian dilaksanakan untuk menguji
kebenaran dari sesuatu (ilmu pengetahuan) yang telah ada. Data penelitian yang
diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap infromasi atau
ilmu pengetahuan tertentu. Misalnya, suatu penelitian dilakukan untuk
membuktian adanya pengaruh kecerdasan emosional terhadap gaya kepemimpinan. Contoh
lainnya adalah penelitian yang dilakukan untuk menguji efektivitas metode
pembelajaran yang telah dikembangkan di luar negeri jika diterapkan di
Indonesia.
3)
Tujuan Pengembangan , penelitian dilaksanakan untuk mengembangkan
sesuatu (ilmu pengetahuan) yang telah ada. Penelitian dilakukan untuk
mengembangkan atau memperdalam ilmu pegetahuan yang telah ada. Misalnya
penelitian tentang implementasi metode inquiry dalam pembelajaran IPS yang
sebelumnya telah digunakan dalam pembelajaran IPA. Contoh lainnya adalah
penelitian tentang sistem penjaminan mutu ( Quality Assurannce) dalam
organisasi/ satuan pendidikan yang sebelumnya telah berhasil diterpakan dalam
organisasi bisnis/ perusahaan.
A.5
SIKAP SEORANG ILMUWAN
Iyah,
menjadi seorang Ilmuan tidaklah mudah. Seorang Ilmuwan harus memiliki atau pada
dirinya harus ada beberapa sifat atau sikap, sikap ini perlu dibiasakan dalam
berbagai forum ilmiah, misalnya dalam diskusi, seminar, loka karya, dan
penulisan karya ilmiah. Prof harsojo menyebutkan enam macam sikap ilmiah, yaitu:
Ø Obyektivitas , dalam peninjauan yang
penting adalah obyeknya
Ø Sikap serba relatif , ilmu tidak
mempunyai maksud mencari kebenaran mutlak, ilmu berdasarkan kebenaran-
kebenaran ilmiah atas beberapa postulat, secara apriori telah diterima sebagai
suatu kebenaran. Malahan teori-teori dalam imlu sering untuk mematahkan teori
yang lain
Ø Sikap skeptis adalah sikap untuk
selalu ragu-ragu terhadap pernyataanpernyataan yang belum cukup kuat
dasar-dasar pembuktiannya.
Ø Kesabaran intelektual , sanggup
menahan diri dan kuat untuk tidak menyerah pada tekanan agar dinyatakan suatu
pendirian ilmiah , karena memang belum selesainya dan cukup lengkapnya hasil
dari penelitian , adalah sikap seorang ilmuwan
Ø Kesederhanaan adalah sikap cara
berfikir, menyatakan, dan membuktikan
Ø Sikap tidak memihak pada etik.
Berikut Rincian sikap ilmiah harus dimiliki seorang peneliti,
adalah sebagai berikut :
1)
Sikap Ingin Tahu, Sikap ingin tahu ini terlihat pada
kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
Contohnya : “Mengapa demikian? Bagaimana caranya? Apa saja unsur-unsurnya? Dan
seterusnya”.
2)
Jujur, Seorang peneliti harus dapat
menerima apa pun hasil penelitiannya, dan tidak boleh mengubah data hasil
penelitiannya.
3)
Objektif, Seorang peneliti dalam mengemukakan
hasil penelitiannya tidak boleh dipengaruhi oleh perasaan pribadinya, tetapi
harus berdasarkan kenyataan (fakta) yang ada.
4)
Memiliki Kepedulian, Seorang peneliti mau mengubah
pandangannya ketika menemukan bukti yang baru.
5)
Teliti, Seorang peneliti dalam melakukan
penelitian harus teliti dan tidak boleh melakukan kesalahan, karena dapat
mempengaruhi hasil penelitiannya.
6)
Tekun, Seorang peneliti harus tekun dan
tidak mudah putus asa jika menghadapi masalah dalam penelitiannya.
7)
Berani dan Santun, Seorang peneliti harus berani dan
santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi. Sikap ilmiah merupakan
sikap yang harus ada pada diri seorang ilmuwan atau akademisi ketika menghadapi
persoalan-persoalan ilmiah. Sikap ilmiah ini perlu dibiasakan dalam berbagai
forum ilmiah, misalnya dalam diskusi, seminar, loka karya, dan penulisan karya
ilmiah
8)
Sikap Kriti,s Sikap kritis terlihat pada
kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya
untuk dibanding-banding kelebihan-kekurangannya, kecocokan-tidaknya,
kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
9)
Sikap Terbuka, Sikap terbuka dapat dilihat pada
kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang
lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan
orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.
10) Sikap Rela Menghargai Karya Orang
Lain, Sikap
menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber
secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal
dari pernyataan atau pendapat orang lain.
11) Sikap Berani Mempertahankan
Kebenaran,
Sikap ini menampak pada ketegaran membela fakta dan hasil temuan lapangan atau
pengembangan walapun bertentangan atau tidak sesuai dengan teori atau dalil
yang ada.
12) Sikap Menjangkau ke Depan, Sikap ini dibuktikan dengan selalu
ingin membuktikan hipotesis yang disusunnya demi pengembangan bidang ilmunya.

0 komentar:
Posting Komentar